Semakin tinggi lokasi perkebunan kopi, cita rasa yang dihasilkan oleh biji kopi akan semakin baik. Kopi arabika menghendaki suhu ideal berkisar 13-24 0 C. Sebaiknya kopi hanya ditanam di daerah dengan curah hujan 1.500 – 3.500 mm per tahun, dengan bulan kering (curah hujan 3%) dengan derajat kemasaman (pH) yang ideal berkisar antara 5,5 – 6,5. Metode natural ini menghasilkan biji kopi memiliki cita rasa buah-buahan. 2. Metode Wash. Pengolahan jenis arabica banyak menggunakan metode ini. Proses wash berbiaya produksi tinggi karena tahapanya. Pertama penyortiran ceri kopi, kemudian kulit ceri dikupas kulit luarnya (depulping) setelah itu biji difermentasi atau dicuci dan rendam dalam Perubahan organoleptik. Kopi biji yang disimpan lama dapat mengalami perubahan organoleptik (citarasa) antara lain perubahan bau dan rasa. Penyimpanan yang tidak baik akan menyebabkan kopi berbau tidak enak (foul) yaitu seperti bau lumut (musty) dan bau kulit busuk. Setelah disangrai, kopi biji yang disimpan lama akan berwarna coklat suram 1. Pengelohan dengan proses basah Biaya produksi basah lebih mahal daripada proses kering, proses basah sering dipakai untuk mengolah biji kopi arabika. Alasanya karena jenis kopi ini dihargai cukup tinggi. Sehingga biaya pengolahan yang dikeluarkan masih sebanding dengan harga yang diterima. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd.

umur biji kopi setelah diroasting